als - new
peranan keluarga dalam pendidikan anak

6 Peranan Keluarga Dalam Pendidikan Anak yang Harus Dilakukan

Bagi seorang anak, keluarga merupakan pihak terdekat dan paling memiliki peranan dalam keberlangsungan hidupnya. Peranan keluarga dalam pendidikan anak sangatlah besar dan berpengaruh pada masa depan sang anak.

Sebagai pihak yang paling dekat, keluarga harus melakukan berbagai tindakan sesuai dengan peran yang seharusnya. Setiap anggota terutama orang tua harus mampu berperan dengan baik demi si anak, berikut 7 peranan keluarga untuk pendidikan anak: 

1. Sebagai Guru

Semua orang tentu tahu bahwa guru tidak hanya tentang sekolah, peranan sebagai pengajar juga dimiliki oleh keluarga. Sejak anak pertama kali membuka mata keluarga adalah orang-orang yang paling bertanggung jawab untuk mendidik sang anak.

Pemikiran anak mengenai baik atau buruknya suatu hal sangat terkait dengan didikan dan binaan dari keluarga. Guru pertama sebelum anak mendapatkan pendidikan di luar adalah dari keluarga dimana orang tua adalah pihak yang paling terlibat.

Keluarga adalah lingkungan paling kecil sekaligus terdekat dimana orang-orang didalamnya lah yang paling didengar anak-anak. Orang-orang tersebutlah yang akan memberikan penjelasan atas hal-hal yang belum dimengerti dan mengajarkan hal  yang dibutuhkan.

2. Sebagai Perencana Pendidikan Anak

Peranan keluarga dalam pendidikan anak yang berikutnya adalah sebagai pihak perencana pendidikan tersebut. Banyak yang setuju, jika gerbang utama untuk memperoleh kehidupan yang sukses dan baik adalah pendidikan.

Hal inilah yang kemudian membuat perencanaan ini begitu penting dan perlu dipikirkan dengan baik. Keluarga yang juga akan mengurus semua keperluan dan biaya pendidikanlah yang berperan untuk memikirkan hal tersebut.

Sebab, seorang anak tentu akan kesulitan memilih dan merencanakan kehidupan pendidikannya tanpa arahan keluarga. Meskipun tentu saja sang anak harus dilibatkan dan tidak memaksakan pilihan orang tua.

3. Pembimbing Anak

Keluarga adalah pihak utama yang bertanggung jawab atas kemajuan dan kesuksesan dalam hal pendidikan anak. Maka, tugas keluargalah untuk memberikan bimbingan belajar yang tepat kepada anak-anak tersebut.

Berikan pengertian kepada anak tersebut mengenai manfaat dan keuntungan melanjutkan pembelajaran di rumah. Tidak hanya sekedar menyuruhnya belajar, keluarga juga harus mendampingi proses pembelajaran tersebut, yang perlu dilakukan yaitu : 

  • Berkomunikasi dengan pengajar mengenai bagaimana situasi belajar, perkembangan anak, dan tanyakan saran mengenai pembelajaran yang baik.
  • Usahakan agar proses tersebut terasa menyenangkan bagi sang anak.
  • Pelajari materi yang sedang dibahas di sekolahnya agar keluarga bisa menjadi pembimbing belajar yang dibutuhkan anak.
  • Kuasai perangkat yang mungkin digunakan oleh anak dalam kegiatan pembelajarannya.

4. Pembangun Sosial Anak

Kepribadian anak dalam bersosial banyak dipengaruhi oleh kultur pergaulan yang ada di  keluarganya dan ini berpengaruh ke pendidikanya. Bagaimana setiap anggota saling bersikap satu dengan yang lain nantinya akan membentuk perilakunya terhadap orang lain juga.

Membangun lingkungan yang baik untuk sosial anak juga adalah hal penting dan sangat dibutuhkan di keluarga. Dengan interaksi yang baik dalam keseharian, sang anak akan mempunyai dunia sosial terbaik.

  • Ajarkan anak untuk mengungkapkan kalimat yang baik ketika berbicara dengan siapapun.
  • Lakukan kegiatan beramal atau berbagi ke orang yang memerlukannya.
  • Membacakan cerita yang berisi pembelajaran budi pekerti.

5. Pengontrol Waktu Belajar Anak

Peranan keluarga dalam pendidikan anak memberikan pengaturan atau mengontrol anak-anak agar belajar dengan teratur. Jika keluarga hanya menyerahkan pembelajaran ke pihak sekolah saja jelas hal tersebut sangat tidak cukup.

Sebab, anak perlu mengulang pelajaran yang sudah diterima agar lebih memahami materi tersebut. Selain itu, mengontrol waktu anak juga penting agar setiap tugas sekolahnya bisa selesai dengan baik dan tepat waktu.

6. Menjadi Teman Belajar

Anak kecil usia sekolah tentu lebih semangat ketika kegiatannya dilakukan dengan sedikit bermain. Maka, ketika belajar di dalam rumah keluarga bisa berperan sebagai teman belajar sang anak.

Jangan awali pembelajaran dengan kalimat perintah, lebih baik gunakan ajakan untuk melakukan pembelajaran bersama. Gunakan waktu tersebut untuk melakukan diskusi ringan atau saling melempar pertanyaan dengan permainan.

Itulah peranan keluarga dalam pendidikan anak secara luas dan bisa dijalankan oleh setiap orang yang ada di keluarga tersebut. Peran ini tentu tidak melekat pada kedua orang tua saja, karena keluarga adalah lingkup yang luas.

Baca artikel lainnya :

Share this post