als - new
metode pembelajaran untuk anak hiperaktif

7 Metode Pembelajaran untuk Anak Hiperaktif Agar Hasil Efektif

Metode pembelajaran untuk anak hiperaktif, erat kaitannya dengan cara yang dilakukan dalam pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus tersebut. Gangguan itu merupakan bagian dari Attention deficit hyperactivity disorder, atau yang biasa disingkat dengan sebutan ADHD.

Hal tersebut juga berkaitan dengan kondisi seorang anak yang memperlihatkan tingkah laku hiperaktif serta gangguan dalam hal pemusatan perhatian. Tentunya, dalam proses belajar tersebut membutuhkan metode pembelajaran /cara tertentu agar dapat membantu prosesnya berjalan efektif, seperti poin-poin yang akan dijelaskan berikut terkait metode pembelajaran untuk anak hiperaktif :

1. Mengatur Penataan/Penempatan Posisi Belajar

Anak yang hiperaktif, cenderung sulit berkonsentrasi pada suatu hal, termasuk pada saat belajar. Fokusnya seringkali mudah teralihkan dengan lingkungan di sekitarnya. Oleh sebab itu, mengatur penataan/penempatan posisi belajar yang tepat dapat menjadi salah satu solusinya.

Caranya, bisa dengan memposisikan anak tersebut di tempat yang lebih dekat dengan pantauan pengajar, misalnya di kursi depan, serta upayakan menghindari posisi belajar dekat dengan pintu/jendela ruangan. Selain itu, jauhkan dari temannya yang suka mengganggu.

Dengan begitu, diharapkan fokus/perhatiannya lebih terarah dan mudah diarahkan sehingga proses pembelajaran pun dapat berjalan efektif dan kondusif.

2. Membantu Mengorganisasikan/Membuat Agenda Terperinci

Fokus atau konsentrasi yang seringkali mudah teralihkan, tidak jarang pula menyebabkan anak hiperaktif tersebut mengalami kondisi mudah lupa. Baik dengan pelajaran, jadwal kegiatan, barang-barang miliknya dan lain sebagainya.

Maka dari itu, pengajar maupun orangtua yang mendampinginya, bisa membantu mengorganisasikan/membuat agenda terperinci. Hal tersebut, untuk membantu mengingatkannya dalam berbagai hal.

Beberapa contohnya, seperti: membuatkan catatan poin-poin pelajaran, jadwal/agenda tertentu,  membantu mengorganisasikan letak barang-barang miliknya dan hal lainnya yang dapat membantunya.

3. Memberikan Waktu serta Kesabaran Ekstra

Tingkah hiperaktif dan juga kondisi lainnya seperti sulit berkonsentrasi, tentu akan berdampak pada kegiatan yang dilakukan anak tersebut. Mulai dari lambannya penyerapan informasi/arahan, waktu pengerjaan tugas yang juga terlambat dan hal lainnya.

Sebab itu, dibutuhkan kebijaksanaan dalam memahami kondisi anak tersebut dengan memberikan waktu serta kesabaran ekstra dalam menuntaskan tugasnya. Namun, tetap dengan memberikan arahan mengenai aturan yang ada secara bertahap agar proses belajarnya lebih baik lagi.

4. Menghadirkan Support-System dalam Belajar

Support System yang baik tidak hanya sebatas di lingkungan rumah atau keluarga. Namun, metode pembelajaran untuk anak hiperaktif ini, dapat diupayakan dengan menghadirkan support system di lingkup sekolah atau pertemanannya.

Salah satu contohnya bisa dengan menghadirkan teman yang dapat membantu/mendukungnya (buddy system) dalam menjalani kegiatannya di sekolah,  terutama yang berkaitan dengan pelajaran

5. Menjelaskan/Memberikan Pemahaman yang Mudah dimengerti

Setelah mengetahui bahwa seorang anak hiperaktif cenderung lambat dalam menyerap informasi, ada baiknya pengajar memberikan penjelasan/pemahaman dengan bahasa yang sederhana, singkat, jelas sehingga mudah diingat serta dimengerti.

Perlu dipastikan pula, sang anak terfokus pada orang yang menyampaikan informasi tersebut. Jangan sampai fokusnya sedang teralihkan ke lain hal saat informasi pembelajaran itu disampaikan.

6. Menghindari Pemaksaan

Rasa jengkel atau tidak sabar bisa saja dihadapkan pada pengajar atau orang yang membimbing di sekitarnya. Namun, menghindari pemaksaan dalam kegiatannya, terutama dalam proses pembelajaran amatlah penting. Apalagi tuntutan mendapatkan nilai tinggi, sebaiknya juga dihindari.

Jangan sampai, karena pemaksaan tersebut, sang anak semakin tidak terkontrol dan memberikan dampak negatif lainnya. Bukan hanya berdampak untuk dirinya, tapi juga untuk orang lain. Jadi, sebaiknya prosesnya dijalankan secara perlahan dan konsisten.

Fokuskan pula apa yang menjadi kelebihannya atau minat serta potensi bakatnya agar bisa dikembangkan ke arah yang positif. Sehingga metode pembelajaran untuk anak hiperaktif ini salah satunya yakni dengan menghindari pemaksaan.

7. Meluangkan Waktu atau Perhatian Lebih

Peran setiap orang di sekitar anak berkebutuhan khusus ini dan metode pembelajaran untuk anak hiperaktif berpengaruh penting pada proses pembelajaran dan kehidupannya lebih jauh. Setiap waktu dan perhatian yang diluangkan lebih banyak untuk anak tersebut, tentu bisa membantu memberikan dampak positif.

Misalnya saja, pertanyaan sederhana,“Bagaimana belajarnya?”, “Ada kesulitan apa?” dan lain sebagainya. Bahkan, pemberian reward bisa dilakukan untuk memberikan apresiasi padanya. Selain mempererat ikatan batin, anak pun merasa dirinya dihargai layaknya anak pada umumnya.

Dengan memahami metode pembelajaran untuk anak hiperaktif, diharapkan dapat membantu sang anak bertumbuh lebih baik, memberikan informasi tambahan dan manfaat lainnya bagi orang-orang di sekitarnya. Pastikan pula anak tersebut mendapat penanganan yang tepat dari ahlinya.

Share this post