als - new
cara mengerjakan pecahan perkalian

Begini Cara Mengerjakan Pecahan Perkalian Beserta Rumusnya

Dalam pelajaran matematika sering ditemui materi tentang pecahan, seperti pecahan perkalian, penambahan, pengurangan dan lainnya. Khususnya dalam soal perkalian sebenarnya ada cara mengerjakan pecahan perkalian yang mudah dimengerti.

Materi tentang pecahan ini menjadi materi yang gampang-gampang susah namun tetap bisa dikerjakan bila telah telah mengerti konsep dasarnya. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang pecahan perkalian, simak berikut ini:

Penjelasan Tentang Pecahan

Materi tentang pecahan sering ditemui pada mata pelajaran matematika SD, khususnya kelas 4, 5, dan 6. Pecahan dalam matematika merupakan bilangan yang tidak utuh atau bilangan yang bukan bilangan bulat.

Dalam pengertian lain, pecahan merupakan bagian dari suatu bilangan yang dianggap sebagai pembagian dari bilangan tersebut. Bilangan pecahan terdiri bagian atas (pembilang) dan bagian bawah (penyebut), bentuknya a/b.

Bentuk a/b ini dimana a dan b merupakan salah satu bilangan bulat dan nilai b tidak sama dengan 0 (nol) atau b≠0. Bilangan pecahan ini mempunyai beberapa operasi hitung seperti pembagian, perkalian, penambahan, dan pengurangan. 

Jenis-jenis Pecahan

Bilangan pecahan pecahan ini memiliki tiga jenis, yaitu bilangan pecahan biasa, bilangan pecahan tidak biasa, dan bilangan pecahan campuran. Penjelasan tentang jenis pecahan ini akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Biasa

Jenis yang pertama yaitu bilangan pecahan biasa atau disebut juga sebagai pecahan murni. Jenis ini merupakan pecahan dengan nilai pembilang yang lebih kecil dibandingkan dengan nilai penyebut, contohnya ½,1/3,1/5, dan sebagainya.

2. Tidak Biasa

Bilangan pecahan tidak biasa ini juga memiliki nama lain yaitu pecahan tidak murni. Perbedaan dari pecahan biasa dan tidak biasa ini terdapat pada jumlah angka pada pembilang dan penyebut.

Kebalikan dari pecahan murid, pembilangan pada pecahan ini lebih besar daripada nilai pada bilangan penyebut, contohnya 5/2,7/4,2/1, dan lainnya. Pecahan tidak biasa biasanya dan rata-rata akan disederhanakan lagi sesuai perhitungan aritmatika. 

3. Pecahan Campuran

Jenis pecahan terakhir ini merupakan gabungan dari pecahan bilangan bulat dengan pecahan biasa/murni. Contoh dari bilangan pecahan campuran ini adalah 2 1/3, 6 ¾, dan lainnya.

Pecahan Perkalian

Diantara operasi hitung bilangan pecahan, pecahan perkalian mungkin dianggap paling sulit, namun ketahuilah bahwa cara mengerjakan pecahan perkalian ini cukup mudah. Disini akan dibahas bagaimana mengerjakan perkalian pecahan dengan cepat.

1. Rumus Perkalian Pecahan Biasa

Cara mengerjakan pecahan perkalian biasa ini akan menjadi rumus perkalian pecahan yang paling dasar. Sebelum mencoba mengerjakan perkalian pecahan lainnya sebaiknya ketahui dan mengerti bagaimana cara mengerjakan perkalian ini.

Untuk pengerjaan hitungan pecahan perkalian ini cukup mudah, hanya perlu mengalihkan selama angka pembilang dan mengalihkan sesame angka penyebut. Sebagai contoh a/bxc/d, maka pengerjaannya adalah a.c/b.d yang hasilnya ac/bd.

Sebagai contoh soal 2/3×1/2 maka langkahnya adalah mengalihkan penyebut dan penyebut baru pembilang dengan pembilang.  Oleh karena itu lakukan pengalihan 2 dan 1 kemudian mengalihkan 3 dan 2, maka hasil 2.1/3.2 yaitu 2/6.

2. Rumus Hitung Perkalian Pecahan Biasa dengan Bilangan Bulat

Cara mengerjakan pecahan perkalian berikutnya adalah mengenai cara mengalikan pecahan perkalian antara pecahan biasa dengan bilangan bulat. Bilangan bulat ini adalah bilangan yang memiliki nilai bulat dan tidak dalam bentuk pecahan.

Bilangan bulat ini tidak memiliki angka pembagi atau selazimnya bilangan saja seperti 1,2,3,4,5 dan seterusnya. Untuk operasi hitung ini yaitu hanya  mengalihkan bilangan bulat dengan angka pembilang saja.

Alasan mengapa hanya mengalihkan dengan angka pembilang saja karena apabila bilangan bulat diubah menjadi pecahan, angka penyebutnya adalah satu. Rumusnya adalah a b/c maka hanya kalihkan a dan b saja sehingga hasilnya ab/c.

Sebagai contohnya yaitu 4 7/9 maka hitungannya adalah 4×7 hasilnya 28, jadi 28/9. Angka 28/9 ini adalah bilangan pecahan tidak murni jadi harus disederhanakan lagi sehingga menjadi 3 1/9.

3. Perkalian Pecahan Campuran

Cara mengerjakan pecahan perkalian yang terakhir adalah cara mengerjakan perkalian pecahan campuran. Perkalian pecahan campuran ini merupakan gabungan dari dua perkalian sebelumnya, yaitu terdiri atas pecahan buat dan pecahan murni.

Perkalian pecahan campuran ini perlu melakukan beberapa tahapan dan perlu disederhanakan terlebih dahulu. Agar lebih paham, simak contoh soal perkalian 2 1/3×3/4.

Terlebih dahulu hitung operasi pertama 2 1/3 yang hasilnya adalah 2/3 kemudian baru dikalihkan dengan 3/4 seperti operasi hitung perkalian pecahan biasa. Hasil dari contoh soal tersebut adalah 5/12.

Demikian penjelasan tentang pecahan khususnya cara mengerjakan pecahan perkalian beserta rumusnya. Materi pecahan memang tidak bisa dikatakan mudah atau sulit, namun dengan mempelajari konsep dan cara pengerjaan maka akan mudah untuk dikerjakan. semoga penjelasan terkait cara mengerjakan pecahan perkalian diatas bisa membantu. Apabila ingin mengetahui lebih banyak terkait pendidikan bisa klik disini.

Share this post