als - new
cara mengajarkan anak mengenal warna

5 Cara Mengajarkan Anak Mengenal Warna Secara Mudah dan Cepat

Warna, adalah suatu hal yang sangat erat kaitannya dengan dunia anak-anak, apalagi mereka yang berusia balita. Untuk itu, penting sekali bagi para orang tua untuk mengetahui bagaimana cara mengajarkan anak mengenal warna, sejak dari usia dini.

Nah, dalam artikel berikut akan disajikan beberapa cara mudah untuk mengajarkan warna pada anak. Selain mudah, anak-anak dijamin cepat dalam mengenal beragam warna.

Cara Mengajarkan Anak Mengenal Warna

1. Kenalkan Melalui Makanan

Di dunia ini, ada beragam makanan mulai dari sayur hingga buah, yang memiliki banyak warna. Adapun warna-warna tersebut seperti hijua, kuning, merah, orange, bahkan ungu.

Cara mengajarkan anak mengenal warna yang pertama dengan ajarkan anak-anak untuk mengenal warna melalui makanan tersebut. Hal ini bisa dilakukan sembari memilah dan mengelompokkan warna buah atau sayur ke dalam wadah terpisah, sesuai dengan jenis makanan tersebut.

Orang tua juga bisa mengajarkan anak untuk melakukan kegiatan mencampur warna dengan buah dan sayur yang ada. Misalnya dengan membuat jus buah jeruk yang berwarna orange dengan apel hijau atau merah.

2. Ajak Anak Mengamati Lingkungan

Tak hanya melalui makanan, sesi pengenalan warna secara mudah dan cepat bisa dilakukan dengan cara mengamati lingkungan sekitar. Ajak anak untuk mengunjungi suatu tempat atau dengan melakukan rutinitas jalan-jalan di area sekitar rumah.

Nantinya, anak-anak akan melihat tumbuhan atau bunga dengan aneka warna. Kenalkan pada anak-anak jika daun pada pohon itu ada yang berwarna hijau dan coklat, atau bunga mawar yang punya warna merah dan putih.

Selain mengenal warna, anak juga akan mengenal lingkungan sekitarnya. Cara ini tentu baik untuk melatih perkembangan anak dalam lingkup sosial, serta mengajarkan mereka tentang ciptaan tuhan.

3. Permainan Warna

Salah satu cara mengajarkan anak mengenal warna lainnya adalah dengan memberikan stimulus berupa permainan warna. Ibu atau ayah bisa mendeskripsikan beberapa benda berwarna, lalu meminta anak untuk mencari dan menunjukkan lokasi benda tersebut berada.

Permainan warna juga bisa dilakukan dengan cara lain. Contohnya adalah dengan memasukkan air ke dalam beberapa gelas berbeda, lalu masing-masing dari air di dalam gelas tersebut diberi pewarna makanan.

Ajak anak untuk memilih dan memindahkan air dalam gelas tersebut ke dalam wadah berbeda, sesuai dengan warna yang ditunjuk. Dengan ini, anak-anak bisa dengan cepat mengenal warna yang beragam.

4. Menyanyi

Metode mengenalkan anak dengan bernyanyi, sangat cocok dilakukan bila anak tersebut memiliki kemampuan menghafal tipe auditori. Saat ini, ada banyak sekali lagu anak-anak bertema mengenal warna, tersebar di berbagai platform internet.

Apabila anak tersebut sudah lancar melafalkan nama warna, ibu atau ayah dapat melanjutkannya dengan visualisasi warna. Sambil bernyanyi, orang tua bisa menunjukkan warna apa yang sedang diucapkan.

5. Melalui Gadget

Untuk cara mengajarkan anak mengenal warna yang terakhir, bisa dilakukan dengan memanfaatkan gadget. Saat ini, ada banyak aplikasi atau permainan yang diciptakan sebagai sarana pendukung orang tua, untuk mengajar anak dalam mengenal warna.

Selain praktis, desain visual yang ditampilkan oleh pihak developer tentu akan sangat menarik. Hal ini bisa menghindarkan anak-anak dari rasa bosan.

Selain itu, bermain sambil belajar merupakan metode yang cukup ampuh, agar anak-anak dapat dengan cepat menangkap informasi yang ingin diajarkan. Namun, ayah atau ibu harus cukup bijak dalam penggunaan gadget sebagai sarana pembelajaran ini.

Awasi dan batasi akses anak dalam menggunakan gadget. Bahkan, rekomendasi dari American Academy of Pediatrics menyebutkan jika penggunaan gadget untuk anak balita sebaiknya hanya 1 jam dalam sehari.

Beberapa cara mengajarkan anak mengenal warna seperti yang telah disebutkan di atas, sebenarnya hanyalah sebagian saja. Masih ada banyak sekali metode pengenalan warna yang bisa dilakukan oleh para orang tua di rumah.

Ayah atau ibu bisa menyesuaikannya dengan usia si kecil. Jangan terlalu memforsir apalagi memberikan metode yang tidak sesuai dengan usia anak, karena bisa berpengaruh terhadap kondisi psikis.

Pastikan untuk cara mengajarkan anak mengenal warna dengan memilih metode pembelajaran yang ringan namun berkesan. Karena, usia balita merupakan usia emas seorang anak, sehingga apapun informasi yang masuk ke dalam otaknya dapat diserap dengan sangat cepat.

Share this post