als - new
cara mengajari anak pembagian

5 Cara Mengajari Anak Pembagian Secara Bertahap

Pembagian merupakan proses perhitungan dasar dalam matematika. Pelajaran ini seharusnya diajarkan dulu oleh orang tua sebelum ke sekolah. Cara mengajari anak pembagian memiliki proses tersendiri agar mudah diterima oleh anak.

Jika orang tua masih kesulitan mengajarkannya, maka pada artikel ini akan diarahkan beberapa caranya sampai selesai. Untuk mengetahuinya, simak daftar berikut beserta dengan penjelasan lengkapnya:

1. Ajari Konsep Dasar Pembagian (Belum Hafal Perkalian)

Apabila anak belum hafal perkalian, maka orang tua bisa memberikan konsep dasar dari pembagian terlebih dahulu. Beri pemahaman tentang pembagian dan apa maksudnya. Kalau perlu, visualisasikan dan beri contoh seperti membagi permen.

Cara mengajari anak pembagian ini akan maksimal dijalankan meski anak belum hafal perkalian. Kalau anak sudah paham apa itu pembagian, maka beri metode tambahan untuk melakukannya. Media yang bisa dipakai adalah gambar dan batang lidi.

Jika ingin yang lebih praktis, maka bisa memakai gambar. Minta anak menulis angka 1 sampai 5, kemudian beri titik sampai 20 di bagian bawah angkanya masing-masing lima. Dengan demikian, maka akan diketahui berapa hasil pembagiannya.

Nantinya, sesuaikan saja angka yang dibutuhkan dengan soal. Sedangkan jika masih kesulitan, maka penggunaan batang lidi bisa dijadikan solusi. Pembagian dengan matang lidi akan lebih mudah karena bisa langsung dibagi sesuai keinginan.

2. Ajakan Konsep Pembagian Lanjutan (Sudah Hafal Perkalian)

Kemudian untuk anak yang sudah hafal perkalian sampai bilangan 100, maka cara mengajari anak pembagian akan lebih mudah dan sudah masuk yang lanjutan. Asalkan anak hafal sampai perkalian 10, maka prosesnya akan cepat.

Jika ada soal pembagian yang harus diselesaikan, minta saja anak untuk menuliskan perkaliannya terlebih dahulu. Apabila sudah selesai, maka bisa langsung disesuaikan dengan setiap angkanya untuk menemukan hasilnya.

Proses ini akan cepat jika anak semakin terbiasa. Tanpa harus menulis perkaliannya, anak akan mudah membalik perkalian di pikiran dan menemukan hasil pembagiannya. Namun untuk melakukannya, masih perlu waktu.

3. Ajarkan Pembagian yang Sisa

Cara mengajari anak pembagian selanjutnya adalah dengan mengenalkan konsep sisa. Tidak semua soal pembagian pasti habis dibagi. Oleh karenanya, anak harus diajari cara menyelesaikan yang masih ada sisa perhitungannya.

Proses penyelesaiannya sendiri bisa dengan gambar lingkaran. Karena sisa, pasti nantinya ada lingkaran yang tidak memenuhi angkanya. Dengan demikian, terlihatlah sisa yang harus ditulis salam jawaban.

Untuk menyelesaikan tahap ini, mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak. Namun jika anak sudah terbiasa, maka prosesnya akan cepat. Hasilnya juga akan semakin akurat dan tidak akan menemukan hambatan.

4. Ajari Proses Porogapit

Salah satu cara mengajari anak pembagian yaitu menyelesaikan pembagian yang paling umum adalah porogapit. Sebenarnya cara ini sedikit membingungkan untuk anak-anak. Namun jika sudah paham dengan semua cara di atas, maka porogapit bisa segera diajarkan.

Misal untuk pembagian 72 dibagi 3, maka buat susunannya terlebih dahulu. Kemudian bagi 7 dengan 3 dan hasilnya letakkan di atas. Setelah itu, kalikan hasilnya tadi dengan 3 dan letakkan jawabannya di bawah angka 7.

Proses selanjutnya adalah mengurangi 7 dengan hasilnya tadi. Langkah ini bisa dijalankan secara berurutan sampai menemukan sisa paling kecil atau nol. Dengan demikian, hasilnya akan diketahui dan prosesnya selesai dengan cepat.

Mungkin untuk yang pertama kali mencoba, urutan langkah ini akan sangat membingungkan. Oleh karenanya, anak harus dibiasakan mengerjakan banyak soal dengan porogapit. Semakin sering mengerjakan, maka prosesnya akan semakin baik.

5. Ajarkan Cara Pembagian Khusus

Tahapan terakhir dari cara mengajari anak pembagian yang bisa diajarkan adalah dengan memberikan cara pembagian khusus. Saat ini, sudah ada banyak cara pembagian cepat tanpa harus menulis proses pembagiannya. Hal ini akan memberikan langkah yang efektif.

Untuk melakukannya, anak harus paham dulu dengan semua konsep pembagian. Perkalian juga harus hafal sampai bilangan 100. Dengan demikian, proses penyelesaiannya akan mudah dan tidak akan membingungkan meski tidak ditulis.

Daftar cara mengajari anak pembagian yang sudah dipaparkan tersebut bisa langsung dijalankan. Perlu dipahami bahwa proses mengajari pembagian tidaklah mudah sehingga harus diperhatikan dengan baik dengan penuh kesabaran.

Share this post