als - new
cara anak belajar jalan

10 Cara Anak Belajar Jalan, Pahami agar Tidak Terlambat

Cara anak belajar jalan berbeda-beda, tergantung perkembangan kemampuan yang dimiliki setiap anak. Melihat anak usia tahun pertama bisa berjalan merupakan dambaan setiap orang tua. Kekhawatiran akan muncul ketika buah hatinya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan berjalan.

Jika anak tersebut normal secara fisik, kekhawatiran orang tua dapat ditepis dengan memberi latihan kepada anak. Secara bertahap, koordinasi dan kekuatan otot anak dapat terus dilatih agar mengalami peningkatan selama tahun pertama. Berikut beberapa cara anak belajar jalan yang dapat dilakukan agar anak semangat belajar berjalan: 

1. Bantu Anak Mengangkat Diri

Pada saat berusia 8 bulan, rasa penasaran bayi sudah bertambah besar. Tidak heran jika bayi kemudian akan mencoba mengangkat dirinya dengan bantuan barang-barang di sekitarnya.

Ketika bayi sudah menunjukkan niat untuk berdiri, orang tua dapat mulai mengajarkan berdiri seimbang. Orang tua juga dapat mengajarkan menekuk lutut terlebih dahulu sebelum kembali ke posisi duduk.

2. Latih Anak Berdiri Tegak Tanpa Dibantu

Cara anak belajar jalan akan lebih mudah jika dibantu secara bertahap. Misalnya, setelah beberapa lama anak berdiri dengan bantuan, orang tua dapat perlahan-lahan melepaskan pegangan pada saat anak berdiri.

Lambat-laun, jejakan kaki anak akan semakin mantap tanpa bantuan. Selama proses ini, orang tua tetap bersiaga di sekitarnya. Jika anak jatuh, berikan semangat agar terus belajar bangkit dan berdiri sendiri.

3. Semangati Anak untuk Berjalan Merambat

Agar anak dapat belajar merambat, posisikan anak dalam keadaan berdiri di salah satu sudut tempat tidur atau sofa. Sisi tempat tidur/sofa harus diberi lapisan pelindung terlebih dahulu.

Kemudian, minta anak berpegangan pada pinggiran tempat tidur/sofa. Biarkan anak berjalan sambil menyusuri pinggiran tempat tidur atau sofa. Jika anak hanya berdiri, jangan paksakan, tetapi terus beri semangat.  

4. Berikan Mainan Dorong

Setelah bisa berdiri dan merambat, anak biasanya akan menyukai segala bentuk mainan yang didorong. Pasalnya, dengan mendorong mainan, anak merasa wilayah penjelajahannya semakin luas.

Jadi, jika ada benda yang bisa didorong, berikan kepada anak. Bisa berupa mobil-mobilan atau kereta bayi mainan. Pastikan benda-benda tersebut aman tidak membuat anak terjungkal ketika sedang mendorongnya.

5. Pancing dengan Mainan

Cara anak belajar jalan yang satu ini hampir serupa dengan cara sebelumnya. Namun, mainan ini bukan mainan dorong. Mainan yang dipergunakan biasanya merupakan mainan kesukaan anak.

Letakkan mainan favorit anak dalam jarak tertentu. Jangan terlalu jauh. Lalu, biarkan anak berjalan meraihnya dengan berbagai cara. Bisa dengan cara berjalan sambil berpegangan dengan benda-benda di sekitarnya ataupun berjalan tertatih-tatih.

6. Biarkan Anak Berjalan di Dalam Boks

Boks dapat menjadi tempat belajar berjalan yang menyenangkan bagi anak. Tentunya, sekeliling bagian dalam boks tersebut harus sudah diberi pelindung. Ajari anak berpegangan pada pagar boks. Biarkan anak berjalan menyusurinya.

Cara anak belajar jalan ini cukup aman dipraktikkan. Jika anak terjatuh, tubuh nya akan jatuh di atas kasur empuk. Selama belajar berjalan di boks, anak juga akan belajar untuk bangun dan berdiri sendiri ketika terjatuh.

7. Izinkan Anak Berjalan Tanpa Alas Kaki

Pada masa awal belajar jalan, orang tua tidak perlu memakaikan sepatu atau sandal kepada anak. Sepatu atau sandal dapat dikenakan kepada anak jika sudah cukup mahir berjalan sendiri.

Bebaskan anak bermain tanpa alas kaki. Hal tersebut dapat membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh anak. Jika memang ingin mengenakan sepatu kepada anak, berikan sepatu yang tidak ketat.

8. Latih Anak Berjalan dalam Jarak Dekat

Cara anak belajar jalan tidak dapat langsung dengan memberinya target jarak jauh. Pada masa awal belajar berjalan, orang tua dapat berdiri pada jarak cukup dekat dengan anak. Lalu, minta anak mendekati orang tua untuk mendapatkan pelukan.

Seiring bertambahnya kemampuan anak, perpanjang jarak yang diberikan. Jangan menambah target jarak jika anak masih terlihat kesulitan. Beri pujian dan pelukan jika anak berhasil mencapai target.

9. Berikan Latihan Naik-Turun

Jika anak sudah semakin mahir berjalan di permukaan datar, tingkatkanlah latihannya. Ajak anak berjalan di bidang yang sedikit naik dan turun. Misalnya, di jalan turunan/tanjakan yang tidak terjal.

Anak juga dapat diajak menaiki anak-anak tangga yang jangkauan tingginya tidak terlalu besar. Latihan naik-turun semacam ini dapat merangsang keseimbangan dan kekuatan otot kaki anak.

10. Ajak Belajar Berjalan di Dalam Kolam

Cara anak belajar jalan lainnya yang bisa diberikan adalah dengan mengajak anak ke kolam renang. Di kolam renang khusus anak, biasanya ada bagian kolam yang tidak dalam. Ajari anak berjalan di area itu.

Jika tidak ingin ke kolam renang, latihan bisa dilakukan di bak karet yang diisi air. Isi juga dengan bola-bola plastik. Sembari bermain, anak akan termotivasi untuk bergerak dan belajar berjalan.

Cara anak belajar jalan dimulai dengan belajar duduk lalu merangkak. Dilanjutkan dengan belajar berdiri sampai akhirnya dia berhasil berjalan sendiri. Sebagian besar anak sudah bisa berjalan ketika mencapai usia sekitar satu tahun. Namun, sekitar umur 18 bulan, seorang anak seharusnya sudah bisa berjalan.

Share this post